Kenali Perbedaan Flu dan Pilek, Jangan Tertukar! | Redoxon

Bagikan di :

Mengupas semua yang perlu diketahui tentang pilek dan flu

Demam, sakit dan nyeri, bersin, hidung tersumbat, batuk - kita semua pernah mengalaminya. Biasanya disebabkan oleh pilek atau flu. Faktanya, pilek merupakan penyakit manusia paling umum, dan virus flu (influenza) tercatat antara 3 sampai 5 juta kasus parah setiap tahunnya.

Perbedaan Flu & Pilek

Flu dan pilek bisa dibilang merupakan dua jenis penyakit yang sangat umum dialami baik anak-anak maupun orang dewasa. Meskipun sering dianggap sama, pada kenyataannya dua gangguan kesehatan ini ternyata memiliki perbedaan yang cukup banyak. Secara umum, bisa dikatakan jika flu lebih parah daripada sekedar pilek biasa (1, 2). Karena derajat keparahannya yang lebih tinggi, flu membutuhkan penanganan yang lebih serius juga. Dengan alasan inilah penting sekali untuk mengetahui perbedaan flu dan pilek. Berikut ini adalah info seputar flu dan pilek beserta cara penanganannya.

Gejala Umum Flu dan Pilek

Persamaan flu dan pilek ada di gejalanya yang akhirnya membuat orang menyamakan keduanya. Gejala yang paling sering ditemui dari kedua penyakit ini adalah sakit tenggorokan dan hidung tersumbat (1, 2). Biasanya rasa nyeri dan tidak nyaman di tenggorokan ini paling sering dirasakan ketika bangun tidur dan lebih ringan ketika Anda meminum air hangat. Batuk juga menjadi tanda yang sama dari keduanya (2). Yang kebanyakan orang sering tidak tahu adalah batuk karena pilek dan flu berbeda, dimana batuk karena flu biasanya dari jenis kering yang tidak menyebabkan dahak.

Gejala Flu

Setelah mengetahui gejala yang sama, sekarang Anda perlu tahu perbedaan flu vs pilek. Flu memiliki gejala diantaranya (1,2):

  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Hidung tersumbat
  • Batuk kering
  • Menggigil
  • Letih

Gejala di atas biasanya berkembang dalam waktu kurang dari 3 hari sejak gejala pertama kali dirasakan, dimana interval waktu perkembangannya terbilang cepat. Dalam kurun waktu tersebut, penderita flu biasanya merasa lemas luar biasa hingga tidak bisa beraktifitas seperti biasanya. Flu yang terjadi, jika tidak segera diobati, bisa berkembang ke penyakit lain yang berhubungan dengan pernapasan, misalnya pneumonia (1).

Gejala Pilek

Meskipun serupa, nyatanya gejala pilek biasa memiliki beberapa perbedaan signifikan dengan flu seperti yang dijelaskan berikut ini (1, 2):

  • Sakit tenggorokan (hilang dalam 1 atau 2 hari)
  • Beringus
  • Hidung tersumbat
  • Bersin
  • Batuk berdahak

Tiga hari pertama adalah waktu yang rentan bagi penderita pilek karena virusnya sangat mudah menyebar dalam kurun waktu tersebut. Itulah sebabnya ketika menderita pilek, sebaiknya banyak beristirahat di rumah dan mengurangi kontak dengan orang lain. Namun, karena gejalanya lebih ringan, orang yang sakit pilek masih bisa berkegiatan normal seperti biasa.

Dari sini dapat dilihat bahwa perbedaan flu dan pilek terletak pada gejala nyeri otot, menggigil, sakit kepala dan juga demam yang dirasakan. Tak heran bila flu membutuhkan penanganan lebih daripada pilek. Misalnya saja dalam pemberian obat. Ketika pilek terjadi yang menyebabkan hidung mampet, dekongestan yang mengencerkan lendir dapat diberikan. Jika belum pulih dalam waktu seminggu, antibiotik juga mungkin dibutuhkan (2). Sedangkan ketika flu, obat-obatan yang diberikan bisa lebih banyak karena pemberian parasetamol juga perlu dilakukan untuk meredakan demam dan sakit kepala (2).

Cara Menghindari Flu dan Pilek

Jangan tunggu sampai terinfeksi baru kemudian memperbaiki pola hidup. Mengingat flu dan pilek sama-sama disebabkan oleh virus, hal pertama yang bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan adalah dengan memperkuat daya tahan tubuh atau sistem imun. Saat infeksi yang terjadi terdeteksi, sistem imun akan bergerak aktif untuk melumpuhkan virusnya, salah satunya dengan cara menaikkan suhu tubuh. Dengan begini patogen yang masuk bisa dikalahkan (3). Selain itu beberapa langkah di bawah ini juga bisa dilakukan:

1. Memiliki Pola Makan Sehat dan Seimbang

Nutrisi yang tepat dapat membuat sistem imun lebih kuat sehingga mampu melawan infeksi virus, kuman dan juga bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Pastikan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang yang mengandung protein, vitamin dan mineral. Misalnya saja dengan menyantap sayuran, buah-buahan, biji-bijian, susu, daging dan juga ikan (4).

2. Vaksinasi

Vaksinasi adalah pemberian virus yang dilumpuhkan untuk merangsang produksi antibodi sehingga ketika virus flu dan pilek benar-benar menyerang, imun tubuh tidak lagi kaget dan bisa langsung melakukan tugasnya. Vaksinasi ini bisa diberikan sejak bayi berusia lebih dari 6 bulan hingga orang dewasa (3).

3. Menjaga Kebersihan Diri

Virus seringkali ditularkan karena kebersihan yang kurang terjaga. Rajinlah mencuci tangan dengan sabun dengan benar, gunakan masker dan semprotkan cairan antiseptik sesering mungkin agar patogen tidak mudah masuk ke dalam tubuh lewat mulut, mata dan selaput lainnya.

Selain langkah pencegahan di atas, perhatikan jika Anda terlanjur tertular virus flu atau pilek. Ketika sakit flu atau pilek, pastikan mengurangi aktivitas yang berhubungan dengan orang banyak supaya virus tidak semakin menyebar. Selain itu, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan banyak minum air, jus atau menyantap sup hangat supaya tidak terjadi sumbatan di area sinus dan paru-paru. Jika udara di dalam ruangan atau kamar terasa kering, gunakan alat pelembab udara supaya pernafasan terasa lebih lega.

Referensi:

  1. CDC Cold vs Flu diakses pada 1 Mei 2021 dari https://www.cdc.gov/flu/symptoms/coldflu.htm
  2. Flu or Cold? Know the Differences diakses pada 1 Mei 2021 dari https://www.webmd.com/cold-and-flu/flu-cold-symptoms
  3. How to prevent infections diakses pada 1 Mei 2021 dari https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/how-to-prevent-infections
  4. A Review of Micronutrients and the Immune System-Working in Harmony to Reduce the Risk of Infection diakses pada 5 Mei 2021 dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/
  5. Who Needs a Flu Vaccine and When diakses pada 5 Mei 2021 dari https://www.cdc.gov/flu/prevent/vaccinations.htm


Cara Redoxon®
mendukung sistem
imunitas Anda

 

 

Tubuh Anda dilengkapi dengan sistem pertahanan alami yang kuat. Sistem imunitas tubuh memiliki berbagai cara untuk mengatasi ancaman bakteri dan virus. Ada tiga mekanisme pertahanan utama dalam sistem imunitas tubuh; perlindungan fisik (kulit dan mukosa atau selaput lendir), perlindungan seluler (sel darah putih, dan antibodi. Ragam nutrisi, seperti vitamin dan mineral memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan dan fungsi jaringan yang kompleks ini.

Di dunia yang serba cepat dan hadirnya makanan cepat saji maupun siap masak, mengonsumsi buah-buahan dan sayuran dalam jumlah memadai untuk memenuhi asupan vitamin dan mineral dalam upaya mendukung fungsi tubuh bisa menjadi tantangan tersendiri. Kurangnya vitamin dan mineral dapat berdampak buruk pada sistem imunitas dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Redoxon® hadir dengan rangkaian produk vitamin C yang dirancang untuk mendukung sistem imunitas Anda.

Selengkapnya

 

Redoxon® untuk sistem imunitas yang lebih sehat

Anda perlu menjaga sistem imunitas. Meski tidak terlihat, sistem imunitas bekerja tanpa henti selama 24 jam, setiap hari. Sama seperti tanaman yang membutuhkan air dan sinar matahari, sistem imunitas membutuhkan asupan gizi secara teratur untuk mendukung sistem pertahan tubuh dan memberikan perlindungan optimal bagi tubuh.

Dibarengi dengan gaya hidup sehat, termasuk aktivitas fisik dan nutrisi yang baik, mengonsumsi suplemen seperti Redoxon® akan menjadi fondasi untuk sistem imunitas yang kuat sepanjang tahun.

 

 

 

 

 

Ahlinya vitamin C dengan pengalaman 80 tahun

Di tahun 1934, kami menjadi pelopor suplemen vitamin C pertama di dunia, dan sejak itu terus membantu menjaga sistem pertahanan alami tubuh tetap prima selama lebih dari 80 tahun. Saat ini rangkaian suplemen inovatif kami senantiasa mendukung daya tahan tubuh Anda setiap hari.

 

Memperkuat daya tahan tubuh

Ingin memperkuat sistem imunitas? Yuk, telusuri dan cek artikel-artikel tentang cara mendukung sistem imunitas tubuh Anda.