Bagikan di :

Vitamin C 1000 Dosis Tinggi Apakah Aman Untuk Tubuh?

Salah satu mikronutrien yang sangat penting untuk menunjang kesehatan dan kekebalan tubuh adalah vitamin C. Meskipun zat lainnya juga diperlukan, namun vitamin C bisa dibilang istimewa karena kemampuannya untuk melindungi sel-sel tubuh dan mempercepat proses regenerasinya ketika terjadi kerusakan atau sakit dengan menstimulasi produksi kolagen sehingga tubuh jadi lebih cepat pulih dan fit (2,3). Kemampuannya dalam merangsang produksi kolagen ini pula yang menjadikan vitamin C banyak digunakan dalam produk perawatan kecantikan.

Untuk alasan kesehatan tubuh secara umum, biasanya vitamin C 1000 atau dosis tinggi diberikan baik melalui tablet minum ataupun effervescent yang lebih mudah larut dan diserap sempurna oleh tubuh. Oleh karena sifatnya yang menunjang daya tahan tubuh, vitamin C 1000 mg bisa didapatkan dengan bebas tanpa resep dari dokter dan diminum sekali sehari atau sesuai aturan pakai yang tersedia. Namun demikian, ternyata sebagian orang meragukan keamanan mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi karena jumlahnya yang nampak fantastis dan kekhawatiran bahwa akan menimbulkan efek samping. Daripada menebak-nebak dan penasaran, berikut ini adalah beberapa fakta dan info menarik seputar vitamin C yang tidak boleh dilewatkan.

1. Vitamin C Bersifat Larut Air

Vitamin C memiliki nama lain yaitu asam askorbat. Vitamin ini termasuk unik karena punya sifat yang water soluble alias larut dalam air yang juga berarti mudah dicerna oleh tubuh. Begitu vitamin C masuk ke dalam tubuh baik lewat makanan maupun suplemen multivitamin, dalam waktu singkat nutrisi tersebut akan larut dan terikut di peredaran darah yang kemudian disebarkan ke seluruh tubuh. Itulah sebabnya manfaat atau konsumsi vitamin C biasanya bisa dirasakan dalam waktu singkat. Kecepatannya untuk melebur dalam sistem metabolisme tubuh ini juga membuat vitamin C efektif dalam memperbaiki sel-sel yang rusak akibat terluka ataupun sakit. Inilah yang kemudian menjadi alasan orang yang baru sembuh dari sakit atau pasca operasi biasanya disarankan untuk meminum vitamin C dosis tinggi untuk membantu masa pemulihan (1,3).

2. Vitamin C Diserap Seperlunya oleh Tubuh

Sifat vitamin C yang mudah larut dalam air membuatnya gampang diterima oleh tubuh, apalagi bila dalam bentuk effervescent yang memungkinkan vitamin ini larut sempurna dan bisa diserap 100%. Pada usia, jenis kelamin, kegiatan dan kondisi kesehatan tertentu, tubuh mungkin akan memerlukan jumlah vitamin C yang berbeda dari waktu ke waktu. Namun satu hal yang pasti, sistem metabolisme tubuh manusia itu canggih sehingga memiliki takaran tersendiri mengenai jumlah nutrisi yang dibutuhkannya. Dengan kata lain, meskipun mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi sebenarnya tidak perlu khawatir karena badan akan menyerapnya sesuai keperluan. Artinya, kelebihan nutrisi tersebut tidak akan terjadi (2).

3. Vitamin C Dibutuhkan oleh Banyak Bagian Tubuh

Tahukah Anda bahwa vitamin C diperlukan oleh banyak bagian tubuh? Mengingat fungsinya adalah memelihara dan melindungi sel-sel tubuh, maka seluruh bagian tubuh termasuk organ-organnya membutuhkan vitamin C dalam jumlah berbeda untuk bisa bekerja dengan baik, misalnya otak yang membutuhkan 4~10 mM, organ hati sebanyak 0.8~1 mM, kelenjar adrenal 2~10 mM dan otot tubuh 0.4 mM (4). Oleh karena dibutuhkan di banyak bagian, konsumsi vitamin C dalam jumlah tinggi diperbolehkan dengan asumsi supaya seluruh bagian tubuh dari organ dalam hingga kulit bisa merasakan manfaat baiknya. Bayangkan saja, apabila dalam sehari tubuh hanya menerima vitamin C dalam jumlah kecil, secara jangka panjang bagian-bagian tubuh pasti kekurangan nutrisi yang dibutuhkan.

4. Sisa Vitamin C Akan Dikeluarkan Lewat Sistem Ekskresi

SSebelumnya telah disebutkan bahwa vitamin C bersifat larut air dan diserap oleh tubuh seperlunya. Lalu, bagaimana bila kemudian tubuh menyisakan vitamin ini dalam jumlah tertentu? Apakah sisa vitamin tersebut akan disimpan di organ tertentu? Jawabannya adalah tidak. Sifatnya yang larut dalam air membuat kelebihan vitamin C akan langsung dibuang dari dalam tubuh melalui sistem ekskresi atau pembuangan yaitu lewat urin. Dengan kata lain, tidak akan ada penimbunan vitamin seperti halnya karbo yang ditimbun dalam bentuk gula darah. Memahami fakta ini, bisa dipahami bahwa konsumsi vitamin dosis tinggi aman untuk dilakukan sebab dapat “memberi makan” semua bagian tubuh dan sisanya akan langsung dibuang sehingga tidak ada residu yang membahayakan (1,2,3).

5. Sumber Vitamin C Harian

Dengan fungsinya yang penting untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, memenuhi kebutuhan vitamin C harian bukanlah hal yang bisa ditawar-tawar. Anda bisa mendapatkan asupan vitamin C melalui berbagai jenis bahan makanan sehat misalnya saja paprika, brokoli, kale, tomat dan bayam dari kelompok sayuran dan juga pepaya, jambu merah, jeruk, anggur serta kiwi dari kelompok buah-buahan (2). Disamping itu, dalam kondisi tertentu yang membutuhkan lebih banyak asupan vitamin C, mengonsumsi suplemen vitamin C dosis tinggi dengan rasa yang menyegarkan juga bisa menjadi pilihan agar kebutuhan tercukupi.

Itulah berbagai fakta dan informasi seputar vitamin C dosis tinggi. Dari berbagai keterangan tersebut, bisa disimpulkan bahwa vitamin C 1000 aman dikonsumsi karena diserap oleh tubuh dengan cepat sesuai kebutuhan dan sisanya akan langsung keluar melalui urin. Dengan demikian, jangan ragu lagi untuk mengikutsertakan nutrisi ini dalam jumlah besar sebagai bagian dari pola makan yang dijalani.

Referensi:

  1. Does Too Much Vitamin C Cause Side Effects?, diakses pada 23 Juni 2021 dari https://www.healthline.com/nutrition/side-effects-of-too-much-vitamin-c
  2. Vitamin C, diakses pada 23 Juni 2021 dari https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC-HealthProfessional/
  3. Vitamin and Minerals, diakses pada 23 Juni 2021 dari https://www.nhs.uk/conditions/vitamins-and-minerals/vitamin-c/
  4. The Analysis of Vitamin C, diakses pada 23 Juni 2021 dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3329599/