Apa itu Infeksi Virus dan Cara Mengatasinya | Redoxon

Bagikan di :

Berkenalan Dengan Infeksi Virus dan Cara Mengatasinya

Diantara sekian banyak penyebab penyakit, salah satu yang termasuk mudah sekali menular adalah virus. Virus adalah mikroorganisme parasit yang berukuran lebih kecil dari bakteri yang tidak bisa hidup tanpa inang. Itulah sebabnya infeksi virus banyak ditemukan baik di hewan maupun manusia (1). Ukuran virus yang super kecil ini membuatnya sangat mudah menyebar baik lewat sentuhan, udara, pertukaran cairan hingga gigitan serangga atau hewan yang terinfeksi (1,2) sehingga kehadirannya harus diwaspadai mengingat wujudnya yang tidak bisa terlihat dengan mata telanjang, kecuali di bawah mikroskop. 

Virus sendiri memiliki jenis yang sangat banyak dengan gejala infeksi yang bisa berbeda antara satu orang dengan yang lain. Namun, biasanya jenis virus ini diklasifikasikan berdasarkan bentuknya yaitu helical yang berbentuk helix, icosahedral dan juga bentuk amplop dimana terdapat membran pelindung yang menutupinya seperti pada virus HIV dan influenza (1)

Berbeda dengan bakteri yang bisa menyerang bahkan ketika tubuh sedang dalam kondisi fit, virus biasanya hanya menyerang saat sistem imun melemah. Ketika tubuh sedang tidak bugar, sistem pertahanan tubuh tidak bisa secara cepat melawan virus sehingga parasit ini dengan mudah menggerogoti sel-sel tubuh yang sehat dan mengakibatkan penyakit. 

Kabar baiknya adalah kebanyakan infeksi virus bisa disembuhkan tanpa obat. Pasalnya, virus bisa “pergi” dengan sendirinya ketika daya tahan tubuh meningkat dan mampu melawan virus yang masuk (1,2,3) . Itulah sebabnya sangat penting sekali untuk memelihara dan meningkatkan sistem imun bahkan sebelum mengalami sakit karena infeksi virus. Berikut ini adalah beberapa cara dan kebiasaan baik sehari-hari yang dapat membantu memelihara daya tahan tubuh.

Mendapatkan Vaksinasi

Salah satu cara medis yang efektif dan umum digunakan untuk menangkal infeksi virus adalah dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi adalah proses memasukkan virus yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh melalui vaksin suntik maupun tetes. Tujuan dari langkah ini adalah merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan juga melawan virus yang dilemahkan tersebut sehingga jika suatu saat nanti tubuh benar-benar terinfeksi, sistem imun sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Oleh karena tubuh kemasukan benda asing, jangan kaget bila salah satu efek samping sesaatnya adalah demam sebagai tanda sistem imun sedang bekerja. Vaksinasi bisa dilakukan sejak bayi hingga dewasa. Beberapa jenis vaksin yang umum diberikan adalah vaksin cacar air, pneumonia, hepatitis, flu, varicella dan sebagainya (1).

Menjaga Kesehatan dan Kebersihan Diri

Menjaga kesehatan dan kebersihan diri bukan hanya dengan rajin mandi dan ganti baju. Menerapkan kebiasaan sehat seperti rajin mencuci tangan dan memakai masker setiap keluar rumah juga bisa menjadi langkah pencegahan terhadap infeksi virus. Selain itu, biasakan juga untuk otomatis menutup mulut dengan bagian dalam siku ketika bersin atau batuk supaya seandainya tubuh terserang virus, parasit ini tidak langsung menyebar ke lingkungan sekitar atau orang lain yang dekat dengan Anda. Dan juga, mengingat virus bisa menular lewat sentuhan dan benda yang tersentuh, usahakan selalu membawa hand sanitizer dengan kandungan alkohol antara 70% hingga 80% supaya tangan senantiasa bersih dan aman ketika harus menyentuh wajah serta area sekitar mulut dan mata (1,3).

Jaga Pola Makan Seimbang

Makan bukan asal makan. Dalam makanan yang dikonsumsi sebaiknya mengandung nutrisi lengkap yang di dalamnya mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan air dalam jumlah seimbang. Untuk meningkatkan ketahanan tubuh, utamanya jumlah makanan dengan banyak mineral dan vitamin perlu diperbanyak. Mineral dan vitamin tersebut banyak ditemukan bukan hanya pada sayur dan buah-buahan namun juga di sumber protein hewani seperti telur, daging, produk olahan susu dan juga jeroan. Namun khusus vitamin C yang dikenal sebagai immune booster, beberapa sumber makanan yang bisa diandalkan adalah brokoli, kale, paprika, jambu merah, delima, jeruk, dan juga pepaya (3).

Olahraga Teratur Sesuai Kemampuan

Bukan rahasia lagi bahwa olahraga dapat membantu melancarkan peredaran darah yang secara tidak langsung juga meningkatkan sistem imun tubuh karena sel darah putih akan bergerak lebih cepat untuk memberantas virus yang masuk. Itulah sebabnya sesibuk apapun jadwal kegiatan setiap hari, akan sangat bagus bila Anda menyempatkan waktu untuk berolahraga apapun jenisnya sesuai dengan kemampuan. Bagi yang tidak bisa beraktivitas fisik berat, olahraga ringan seperti jalan pagi atau bersepeda santai bisa menjadi alternatif. Namun bagi yang menyukai olahraga kardio yang melatih otot sekaligus memacu jantung, jogging dan angkat beban boleh dicoba. Namun ingat, jangan memforsir diri, lakukan olahraga sesuai kekuatan dan kemampuan tubuh supaya badan tidak stress dan mengalami ketegangan berlebihan (2,3).

Istirahat yang Cukup

Makan makanan sehat sudah. Olahraga juga sudah. Nah, jangan lupa bahwa tubuh juga butuh istirahat yang cukup. Meskipun orang dewasa dianjurkan untuk memiliki waktu tidur malam 8 jam sehari, sebagian orang mungkin tidak bisa memenuhinya karena berbagai alasan. Tapi jangan khawatir karena tidur malam 5-6 jam setiap malam masih merupakan batas aman yang membuat tubuh sehat dan segar ketika bangun di pagi hari. Tidur malam yang berkualitas memiliki fungsi merelaksasikan sel-sel dan otot sehingga tidak tegang. Selain itu, ketika tidur beberapa hormon bekerja dengan lebih baik jadi keseimbangan dapat terjaga. Terakhir, tidur membuat tubuh dapat melakukan detoks secara alami sekaligus membuat sistem imun lebih aktif (3).

Lakukanlah berbagai kebiasaan baik di atas supaya kondisi tubuh selalu prima dan tidak mudah terkena infeksi virus yang menyebabkan penyakit, baik ringan maupun berat. Semoga sehat selalu.

Referensi:

  1. Viruses: What Are They and What Do They Do?, diakses pada 21 Juni 2021 dari https://www.medicalnewstoday.com/articles/158179
  2. How Infection Works, diakses pada 21 Juni 2021 dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK209710/
  3. Viral Disease, diakses pada 21 Juni 2021 dari https://www.healthgrades.com/right-care/infections-and-contagious-diseases/viral-diseases