Jangan Kendor Jaga Imun Walau Habis Divaksin

Bagikan di :

Jangan Kendor Jaga Imun Setelah Vaksin Covid

Sejak pertama kali masuk ke Indonesia di awal tahun 2020, penularan virus COVID 19 mengalami fluktuasi yang susah ditebak. Ada kalanya jumlah pasien secara nasional turun secara signifikan, tapi ada juga momen ketika jumlah pasien hingga kasus kematiannya meningkat drastis. Baru-baru ini peningkatan jumlah pasien COVID 19 meningkat dengan tajam di berbagai daerah di Indonesia yang mengingatkan kita pada masa awal pandemi. Ada banyak klaster baru yang terbentuk akibat masyarakat sudah mulai abai dengan berbagai protokol kesehatan yang sebenarnya dapat membantu melindungi diri sendiri dan orang lain.

Untuk mengatasi penyebaran infeksi virus, pemerintah dengan gencar melakukan kampanye vaksin Covid 19 sebagai upaya meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak mudah terinfeksi virus sekaligus melindungi diri dan juga orang-orang di sekitar dengan membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity (1,2). Ajakan untuk menerima vaksin yang sudah disediakan oleh pemerintah menunjukkan kewaspadaan tinggi akan pandemi yang masih belum selesai bahkan setelah lewat setahun. Berikut ini adalah fakta penting seputar vaksinasi pencegahan COVID 19 yang harus diketahui:

Vaksinasi Bukan Obat, Melainkan Penguat Kekebalan Tubuh

Vaksin adalah virus yang sudah dilemahkan, yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk merangsang munculnya kekebalan tubuh spesifik dan aktif sehingga ketika virus yang sama benar-benar menyerang, sistem imun tubuh bisa mengenalinya dengan cepat dan melakukan perlawanan sehingga kita tidak tumbang atau terinfeksi berat (1,2). Hal ini menunjukkan bahwa proses vaksinasi bukanlah pengobatan namun langkah pencegahan supaya penerima vaksin bisa lebih tahan atau kebal terhadap virus tertentu. Itulah sebabnya ketika seseorang sudah terinfeksi COVID 19, vaksin ini memang tidak bisa menolong atau menyembuhkan. Namun, pemberian vaksin akan membuat orang-orang di sekitar pasien lebih aman dengan resiko terpapar yang lebih kecil sebab perlindungan alami dalam tubuh sudah diaktifkan.

Semakin Banyak Orang Menerima Vaksin, Semakin Baik

Selama masa pandemi ini istilah herd immunity sering sekali diperdengarkan dan dikenalkan kepada masyarakat. Herd immunity merupakan istilah lain untuk kekebalan kelompok yang berarti sebagian besar masyarakat kebal atau terlindungi dari serangan penyakit tertentu sehingga secara tidak langsung dapat melindungi kelompok orang yang tidak bisa menerima vaksin, misalnya anak-anak, remaja di bawah 18 tahun, lansia dan orang-orang dengan penyakit penyerta. Poin penting yang harus digaris bawahi adalah kekebalan kelompok ini hanya bisa tercapai bila cakupan vaksinasi tinggi dan merata (2) sehingga dibutuhkan kesadaran dan kerjasama dari semua orang pihak dan kalangan agar komunitasnya bisa terlindungi dari virus COVID 19.

Vaksin COVID 19 Aman

Kekhawatiran mengenai efek setelah vaksin covid memang wajar kalau memang belum terbiasa dengan istilah vaksin serta timbulnya banyak berita bohong di masyarakat. Namun, pemerintah tentunya sudah melakukan berbagai jenis uji keamanan dan kelayakan terhadap vaksin yang diberikan secara massal, baik itu Sinovac, Sinopharm, Novavax ataupun AstraZeneca. Vaksin COVID 19 yang diberikan telah lolos uji klinis dan juga Emergency Use Authorization dari BPOM RI (1). Setelah memahami fakta ini, diharapkan kita bisa menjadi yang terdepan untuk mengajak keluarga dan orang terdekat untuk menerima vaksin.

Tetap Jaga Imun Setelah Vaksin Covid 10

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, vaksinasi adalah langkah pencegahan supaya kekebalan tubuh bisa mengenali dan melawan virus yang masuk sehingga tubuh tidak langsung mengalami sakit parah (1,2). Artinya, kemungkinan terpapar virus COVID 19 masih ada terutama bila daya tahan tubuh sedang melemah. Itulah sebabnya meskipun sudah divaksin jangan sampai kendor jaga imun dengan menerapkan protokol kesehatan dan gaya hidup sehat.

Selalu ingat untuk menjaga serta meningkatkan imun tubuh sebelum dan setelah vaksin pertama dengan cara istirahat yang cukup, berolahraga teratur sesuai kemampuan, makan makanan bernutrisi lengkap dan seimbang, serta bila perlu konsumsilah suplemen vitamin terutama yang mengandung vitamin C, vitamin D dan juga zinc yang bekerja secara sinergis untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga lebih siap menghadapi kondisi lingkungan yang beragam.

Nah, sekarang jadi lebih tahu kan, kebenaran soal pemberian vaksin COVID 19 yang tidak perlu ditakuti namun justru harus didapatkan secepatnya? Dengan melakukan vaksinasi setidaknya infeksi virus tidak langsung masuk ke dalam tubuh karena ada sistem imun aktif yang siap melawan mikroorganisme tersebut. Tapi ingat, pemberian vaksin ini tidak lantas membuat Anda benar-benar kebal dan anti sakit. Semoga sehat selalu!

Referensi:

  1. Vaksinasi Covid-19 DKI Jakarta, diakses pada 24 Juni 2021 dari https://corona.jakarta.go.id/id/vaksinasi
  2. FAQ Seputar Pelaksanaan Vaksin Covid-19, diakses pada 24 Juni 2021 dari https://kesmas.kemkes.go.id/assets/uploads/contents/others/FAQ_VAKSINASI_COVID__call_center.pdf