Bagikan di :

Manfaat Bermain di Luar Rumah Bagi Tumbuh Kembang Anak

Mengizinkan si Kecil bermain di luar ruangan ternyata memiliki berbagai manfaat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak (1), lho. Namun, tentu saja wajar jika sebagai orangtua kita merasa tidak tenang dan cemas ketika si Kecil bermain di luar rumah. Misalnya saja, ada begitu banyak kuman dan virus di luar sana dan kita perlu memastikan agar anak tetap terlindungi setiap hari. Apalagi, semenjak terjadinya pandemi Covid-19, imun tubuh yang kuat sangat diperlukan sebagai pertahanan diri dari serangan berbagai penyakit.

Salah satu cara agar si Kecil tetap terproteksi dari virus adalah dengan memperhatikan asupan nutrisi dan vitamin C. Pasalnya, konsumsi vitamin C sangat penting bagi anak mulai dari segi pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan menjaga fungsi daya tahan tubuhnya saat beraktivitas sehari-hari (2). Jika asupan vitamin C si Kecil tercukupi, kita tidak perlu khawatir ketika membiarkannya mengeksplor dunia luar sambil bermain. Nah, kira-kira apa saja sih jenis permainan di luar rumah dan manfaatnya? Baca informasi selanjutnya di bawah ini.

Manfaat Bermain di Luar Rumah bagi Tumbuh Kembang Anak

  1. Mendorong si Kecil untuk aktif berolahraga. Usia anak-anak disarankan untuk tetap aktif minimal 1 jam setiap hari, dan bermain di luar adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendukung tahap tumbuh kembang anak. Berolahraga memang bisa dilakukan di dalam ruangan, tetapi olahraga di luar ruangan dengan menghirup udara segar merupakan latihan terbaik (1).
  2. Menumbuhkan kreativitas dan imajinasi. Permainan di luar rumah adalah sesuatu yang berbeda dengan di dalam rumah, karena mengasah kreativitas dan membuat anak menggunakan imajinasinya saat berada di luar ruangan. Skill ini merupakan jenis keterampilan yang harus dipelajari dan dipraktekkan agar tumbuh kembang anak dapat terus ber-progress  (1).
  3. Melatih cara berpikir si Kecil untuk menyelesaikan masalah. Bermain di luar rumah secara tidak langsung mendukung keterampilan yang membantu anak untuk bisa merencanakan, membuat prioritas, memecahkan masalah dan bernegosiasi. Semua soft skill merupakan modal untuk tumbuh kembang anak dan tentunya akan berguna ketika mereka beranjak dewasa (1).
  4. Melatih kepercayaan diri sejak dini: Melalui kegiatan bermain, si Kecil memiliki kesempatan untuk bereksperimen, bekerja sama dengan orang lain, dan mendapatkan banyak pengetahuan. Bermain di luar ruangan juga terbukti mampu mendorong kepercayaan diri anak secara positif (3).
  5. Menurunkan risiko rabun jauh: Penelitian menyebutkan bahwa anak-anak yang menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan berisiko lebih rendah terkena rabun. Pada rabun jauh, objek di kejauhan tampak blur dan tidak fokus. Anak yang lebih sering menghabiskan waktu bermain di luar dibandingkan bermain gadget di dalam ruangan cenderung memiliki mata yang lebih sehat (4).
  6. Belajar bersosialisasi secara natural. Sejak kecil, anak-anak perlu dilatih untuk belajar bagaimana caranya bekerja sama. Mereka bisa mulai berteman, belajar berbagi dan bagaimana seharusnya memperlakukan orang lain. Apabila mereka hanya berinteraksi sosial dalam kondisi yang formal atau terstruktur (contohnya seperti di sekolah atau tim olahraga), mereka akan kesulitan mempelajari hal-hal lain yang perlu mereka ketahui (1).

Jenis Permainan di Luar Rumah

Tidak perlu memikirkan permainan yang sulit apalagi merepotkan untuk mendukung tumbuh kembang anak, karena ada berbagai permainan sederhana yang bisa Moms siapkan (yang bisa dimainkan di luar dengan lahan sempit) untuk si Kecil:

  • Berkebun bersama: Kegiatan di luar ruangan untuk anak-anak tidak selalu harus melibatkan mainan. Moms bisa mencoba untuk mengenalkan jenis-jenis tanaman dan cara merawatnya. Si Kecil bisa diajarkan caranya menanam, menyiram, memanen, atau menyapu dan merawat tanaman. Kegiatan ini selain berguna untuk edukasi juga sekaligus menyelesaikan pekerjaan rumah untuk mengurus tanaman (5).
  • Balance bike: Desain sepeda keseimbangan atau balance bike membuat si Kecil menggunakan lengan dan mengangkat kaki mereka jika ingin bergerak maju ke depan. Aktivitas fisik anak ini tidak hanya membantu mereka melatih kekuatan tubuh, namun juga membantu mereka membangun keterampilan motorik, koordinasi, dan kegesitan (6).
  • Hoverboard: Hoverboard adalah skuter elektrik di mana penggunanya harus naik ke atas hoverboard untuk bisa bergerak kemanapun. Permainan ini sangat seru untuk dimainkan di luar ruangan untuk mendukung tumbuh kembang anak, namun sebaiknya hanya anak-anak berusia di atas 13 tahun yang mengoperasikannya. Agar aman, pastikan untuk menggunakan peralatan keselamatan hoverboard dan alat ini direkomendasikan untuk digunakan pada permukaan datar yang rata (7).
  • Roller skating: Bermain roller skating atau sepatu roda merupakan jenis permainan dengan aktivitas fisik yang bisa membakar kalori. Selain mendukung tumbuh kembang anak, skating di luar ruangan juga melatih keseimbangan si Kecil dan melatih otot tubuhnya. Sama seperti hoverboard, jangan lupa untuk menggunakan peralatan keselamatan dan bermain di permukaan yang rata (8).
  • Petak umpet squid game: Moms, masih ingat film Squid Game yang viral beberapa waktu lalu? Anak-anak memang cenderung menyukai permainan di halaman belakang yang mudah dimainkan, misalnya petak umpet. Nah, petak umpet adalah permainan klasik yang juga asik untuk dimainkan oleh si Kecil di luar ruangan bersama teman-temannya. Ajari si Kecil bagaimana cara bermain, dan berikan ruang bagi mereka untuk menciptakan variasi petak umpet versi mereka sendiri (5).

Itulah sejumlah manfaat bermain di luar ruangan bagi tumbuh kembang anak. Moms tidak perlu khawatir, justru dengan bermain di luar membuat si Kecil lebih kebal terhadap penyakit karena memperkuat sistem kekebalan tubuh dan melatih keterampilan yang dibutuhkan saat besar nanti sejak dini. Jangan lupa agar tetap memperhatikan kebersihan dan rutin mengonsumsi suplemen vitamin C 200mg agar si Kecil terhindar dari serangan virus penyakit ya, Moms!

CH-20220905-12

 

Artikel ini ditinjau oleh:
Tim Konsultan Medis Medical Advisor Bayer Consumer Health Indonesia

Referensi:

  1. Claire McCarthy, MD. 6 Reasons Children Need to Play Outside. Harvard Health Publishing. Diakses pada 15 Agustus 2022 dari https://www.health.harvard.edu/blog/6-reasons-children-need-to-play-outside-2018052213880.
  2. S Maggini, S Wenzlaff, D Hornig. Essential Role of Vitamin C and Zinc in Child Immunity and Health. The International Journal of Medical Research, 2010, 386-414. Diakses pada 26 Agustus 2022 dari https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/147323001003800203.
  3. Gabriela Bentoa & Gisela Dias. The Importance of Outdoor Play for Young Children's Healthy Development. US National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 15 Agustus 2022 dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6806863/.
  4. Charlene Laino. Does Playing Outdoors Benefit Kids' Vision? Web MD. Diakses pada 15 Agustus 2022 dari https://www.webmd.com/eye-health/news/20111025/does-playing-outdoors-benefit-kids-vision.
  5. Catherine Holecko. Fun and Physical Outdoor Activities for Kids. Very Well Family. Diakses pada 15 Agustus 2022 dari https://www.verywellfamily.com/outdoor-kids-fitness-activities-1257412.
  6. Cadel Evans. 6 Reasons Why Balance Bikes Are Great for Kids. Medibank. Diakses pada 15 Agustus 2022
  7. Keriann Wilmot. Reasons To Not Buy Hoverboards. Life Wire. Diakses pada 15 Agustus 2022 dari https://www.lifewire.com/reasons-to-not-buy-hoverboards-3256158.
  8. Tamera Clifton. Is Roller Skating Good Exercise? Here's What We Found Out. Healthline. Diakses pada 15 Agustus 2022 dari https://www.healthline.com/health/fitness/is-roller-skating-good-exercise.


Cara Redoxon®
mendukung sistem
imunitas Anda

 

 

Tubuh Anda dilengkapi dengan sistem pertahanan alami yang kuat. Sistem imunitas tubuh memiliki berbagai cara untuk mengatasi ancaman bakteri dan virus. Ada tiga mekanisme pertahanan utama dalam sistem imunitas tubuh; perlindungan fisik (kulit dan mukosa atau selaput lendir), perlindungan seluler (sel darah putih, dan antibodi. Ragam nutrisi, seperti vitamin dan mineral memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan dan fungsi jaringan yang kompleks ini.

Di dunia yang serba cepat dan hadirnya makanan cepat saji maupun siap masak, mengonsumsi buah-buahan dan sayuran dalam jumlah memadai untuk memenuhi asupan vitamin dan mineral dalam upaya mendukung fungsi tubuh bisa menjadi tantangan tersendiri. Kurangnya vitamin dan mineral dapat berdampak buruk pada sistem imunitas dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Redoxon® hadir dengan rangkaian produk vitamin C yang dirancang untuk mendukung sistem imunitas Anda.

Selengkapnya

 

Redoxon® untuk sistem imunitas yang lebih sehat

Anda perlu menjaga sistem imunitas. Meski tidak terlihat, sistem imunitas bekerja tanpa henti selama 24 jam, setiap hari. Sama seperti tanaman yang membutuhkan air dan sinar matahari, sistem imunitas membutuhkan asupan gizi secara teratur untuk mendukung sistem pertahan tubuh dan memberikan perlindungan optimal bagi tubuh.

Dibarengi dengan gaya hidup sehat, termasuk aktivitas fisik dan nutrisi yang baik, mengonsumsi suplemen seperti Redoxon® akan menjadi fondasi untuk sistem imunitas yang kuat sepanjang tahun.

 

 

 

 

 

Ahlinya vitamin C dengan pengalaman 80 tahun

Di tahun 1934, kami menjadi pelopor suplemen vitamin C pertama di dunia, dan sejak itu terus membantu menjaga sistem pertahanan alami tubuh tetap prima selama lebih dari 80 tahun. Saat ini rangkaian suplemen inovatif kami senantiasa mendukung daya tahan tubuh Anda setiap hari.

 

Memperkuat daya tahan tubuh

Ingin memperkuat sistem imunitas? Yuk, telusuri dan cek artikel-artikel tentang cara mendukung sistem imunitas tubuh Anda.