Ingin Olahraga Saat Bulan Puasa? Ini Tipsnya

kondisi tubuh yang cenderung lemas karena tidak makan dan minum selama belasan jam, Anda juga perlu mengatur waktu di antara kesibukan harian dan ibadah. Nah, ini tips agar Anda bisa tetap berolahraga saat puasa:


1. Olahraga ringan sebelum waktu buka puasa

Anda doyan lari maraton? Atau hobi main futsal? Kalau iya, maka di puasa ini Anda sebaiknya juga berpuasa olahraga itu. Bukan berarti Anda tidak boleh olah tubuh selama puasa, namun sebaiknya memilih olahraga yang ringan saja. Misalnya jalan santai, atau bersepeda keliling komplek.

Mengapa? Menurut seorang ahli gizi, Areen Abu Hejleh di situs The National, olahraga berat kala puasa bisa menimbulkan risiko kelelahan, hipoglikemia, hingga kehabisan tenaga. "Ketika kita memaksakan diri untuk berolahraga saat puasa, cadangan karbohidrat yang tersimpan sebagai glikogen dalam otot atau hati akan terpakai," kata Areen. "Jadi tubuh akan membakar jaringan otot bukan lemak, hingga mengalami dehidrasi." (1)

 

2. Atur waktu olahraga

Kapankah waktu yang tepat untuk berolahraga saat Ramadan? Bila itu pertanyaan Anda, maka jawabannya adalah usai waktu berbuka puasa. Sebab saat itu, Anda telah mengonsumsi cairan maupun makanan padat. Sehingga tubuh telah memiliki bahan baku untuk diolah menjadi energi.

Bagaimana bila Anda tidak memiliki waktu saat malam? Maka jawabannya adalah berolahraga sebelum waktu berbuka puasa. Pun jarak waktunya jangan terlalu jauh, paling lama satu jam sebelum azan magrib berkumandang. Sehingga ketika Anda selesai olahraga, waktunya pas dengan saat berbuka puasa. (2)

 

3. Jangan paksakan diri

Kondisi tubuh saat berpuasa atau tidak berpuasa, tentu berbeda. Itu pula yang akan mempengaruhi kemampuan tubuh Anda ketika berolahraga. Karenanya, janganlah memaksakan diri untuk berolahraga selayaknya hari biasa. Bila Anda tiba-tiba merasa pusing, mual, atau bahkan ingin pingsan, segeralah hentikan aktivitas olah tubuh tersebut. Itu tandanya, tubuh Anda tengah memberikan alarm. (3)

 

4. Lakukan olahraga secara terencana

Olahraga saat bulan puasa, tidak bisa begitu saja Anda lakukan. Sehari atau satu malam sebelumnya, Anda harus sudah membuat rencana jenis olahraga yang akan dilakukan. Dengan membuat rencana, Anda dapat mempersiapkan diri terlebih dulu. Misalnya, asupan apa yang sebaiknya disantap saat sahur atau bagaimana membagi waktu antara aktivitas harian dengan istirahat. (3)

 

5. Hidrasi tubuh

Baik saat puasa maupun tidak, hidrasi tubuh sangat penting untuk Anda lakukan. Sebagai contoh, tubuh Anda memerlukan asupan cairan untuk menjaga suhu atau membuang racun tubuh. Secara keseluruhan, cairan dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan dan metabolisme.

Karena itu, dianjurkan untuk Anda agar minum sekitar delapan gelas per hari. Lalu bila puasa, bagaimana memenuhi kebutuhan itu? Caranya, cobalah pola 2-4-2. Yakni dua gelas air putih saat berbuka, empat gelas ketika malam hari, dan dua gelas ketika bersantap sahur. Dengan asupan itu, tubuh Anda akan terjaga dari dehidrasi. (4)

 

6. Jaga asupan

Tetap menjaga asupan makanan yang kaya nutrisi tentu tidak boleh Anda lupakan saat sahur, berbuka puasa, atau malam hari. Sehingga Anda memiliki cadangan energi dalam tubuh untuk menjalani puasa dan olahraga keesokan harinya. (2)

Bila perlu, konsumsi suplemen Redoxon Double Action yang mengandung vitamin C dan zinc, sebab kedua nutrisi tersebut bermanfaat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh. (5)

Dengan cara yang tepat, olahraga selama Ramadan akan membantu Anda menjalani ibadah puasa.

 

Sumber:
(1) http://www.thenational.ae/uae/exercising-vigorously-before-iftar-a-health-risk-uae-experts-say

(2) https://hellosehat.com/tips-olahraga-saat-puasa/

(3) http://www.egyptindependent.com/news/working-out-while-fasting

(4) https://familydoctor.org/hydration-why-its-so-important/

(5) https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16373990