Tips Puasa Sehat Agar Tubuh Tetap Bugar

Menahan lapar dan haus selama hampir 13 jam tentu tidak menjadi alasan bagi Anda untuk absen beraktivitas. Malah terkadang, kegiatan Anda menjadi bertambah banyak saat Ramadan. Agar tubuh tetap sehat dan bugar, berikut yang perlu Anda lakukan selama bulan puasa:


1. Jangan pernah absen sahur

Sama seperti sarapan, bersantap sahur penting bagi tubuh. Selain untuk menjaga Anda terhidrasi dengan baik, bersantap sahur penting untuk memberikan asupan nutrisi dan energi bagi tubuh hingga waktu berbuka, nanti. Bahkan dengan bersantap sahur, Anda bisa lebih mengendalikan diri ketika waktu berbuka puasa.

Lalu, apa kira-kira asupan yang baik untuk Anda santap di sahur? Menurut ahli gizi Dr. Alia Hafiz, menu sahur perlu mengandung karbohidrat kompleks seperti gandum, kacang, dan biji-bijian; tinggi serat, seperti sereal, kurma, kentang, dan sayuran; juga kaya protein, seperti telur, keju, yoghurt, atau daging. Jangan lupa juga untuk menyantap buah-buahan, seperti pisang, yang membantu menjaga tubuh Anda terhidrasi. (1)

 

2. Menyantap tujuh porsi buah dan sayuran

Entah ketika sahur, berbuka puasa, atau waktu malam, cobalah rutin mengonsumsi buah-buahan dan sayuran. Sebab menurut Dr. Alia Hafiz, kedua jenis makanan itu bisa membantu Anda menjaga kebutuhan cairan tubuh. "Beberapa buah-buahan dan sayuran secara alami mengandung kadar air tinggi, terutama mentimun, semangka, melon, dan labu," ujar Alia.(1)

Selain itu, sayuran dan buah-buahan juga kaya akan kandungan vitamin C. Sebab bagi tubuh, vitamin C memiliki peranan penting dalam menjaga imunitas. Sehingga Anda bisa menjaga kesehatan dan stamina selama bulan puasa. (2) Nah, agar tubuh memperoleh kecukupan nutrisi dan cairan, ada baiknya Anda menyantap tujuh porsi buah dan sayuran. Cara mengukurnya, satu porsi buah-buahan dan sayuran sama dengan:

  • ½ cangkir (125 ml) jus buah atau sayuran
  • 1 cangkir (250 ml) dari sayuran mentah berdaun hijau, seperti bayam, atau campuran salad
  • 1 butir buah (ukuran rata-rata)(1)

 

3. Mengurangi makanan beku dan gorengan

Pada hari biasa, Anda mungkin kerap menyantap makanan cepat saji atau makanan beku. Namun saat puasa, sebaiknya Anda menghindari menu-menu itu. Sebab meski Anda merasa kenyang usai menyantapnya, makanan itu sangat rendah kandungan nutrisinya dan tinggi lemak. Jadi tidak baik bagi kesehatan tubuh. (1) Sementara berdasarkan penelitian Leah Cahill dari Department of Nutrition di Harvard School of Public, mengonsumsi makanan yang digoreng, setidaknya sepekan sekali, dapat menyebabkan risiko penyakit jantung dan diabetes mellitus tipe 2. Karena itu, baik saat Ramadan atau tidak, sebaiknya Anda mengurangi konsumsi makanan yang digoreng. (3)

 

4. Jaga hidrasi tubuh

Masih menurut Alia, sejak waktu berbuka hingga sahur, cobalah untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih sekitar delapan hingga 12 gelas.Sementara Anda yang gemar menyesap minuman berkafein sebaiknya juga menghindarinya saat Ramadan. Sebab kafein memiliki sifat diuretik, yakni merangsang tubuh membentuk urine lebih cepat, hingga membuat tubuh mudah dehidrasi. *Begitu pula dengan minuman yang tinggi gula. Menurut penulis bukuThe Sugar Detox: Lose Weight, Feel Great and Look Years Younger, Brooke Alpert, M.S., R.D., asupan yang mengandung gula tinggi akan membuat Anda lekas lapar atau haus lagi. (4)

Dengan asupan sehat, tentu tubuh akan terjaga kondisinya. Hingga Anda dapat menjalani puasa dengan lancar. Selamat mencoba!

 


Sumber:
(1) https://www.wfp.org/stories/10-ways-stay-fit-and-healthy-during-ramadan

(2) https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC-Consumer/

(3) https://hellosehat.com/6-alasan-mengapa-anda-harus-mengurangi-gorengan/

(4) http://nasional.kompas.com/read/2016/06/24/130710523/5.ciri.anda.terlalu.banyak.mengonsumsi.gula.saat.puasa