Ini 5 Dampak Positif Puasa untuk Daya Tahan Tubuh Anda

Memasuki minggu-minggu terakhir bulan puasa, bisa jadi perjalanan ibadah ini terasa kian berat. Apalagi selama berpuasa, kondisi tubuh relatif lemas. Tapi sesungguhnya, puasa memiliki banyak dampak positif bagi tubuh. Salah satunya adalah meningkatkan daya tahan tubuh Anda. Berikut ini lima hal positif yang terjadi pada tubuh dan akhirnya bisa meningkatkan imunitas.

Rasa lapar itu baik
Berpuasa tidak hanya baik untuk detoksifikasi (pengeluaran racun dari dalam tubuh) atau penurunan berat badan. Penelitian yang dilakukan oleh University of Southern California menemukan beberapa hal yang menunjukkan bagaimana berpuasa juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

"Saat Anda lapar, tubuh akan berjalan dalam sistem "hemat energi", dan salah satu hal yang terjadi dalam moda ini adalah tubuh mendaur ulang sel imun yang tidak diperlukan, terutama sel-sel yang rusak," ujar Valter Longo, peneliti dan profesor di USC Davis School of Gerontology yang juga direktur USC Longevity Institute. (1)

"Dari penelitian yang kami lakukan terhadap manusia dan binatang, keduanya mengalami penurunan kadar sel darah putih setelah berpuasa. Kemudian ketika saatnya berbuka, sel darah itu kembali naik ke level yang lebih tinggi," tambahnya. Sel darah putih bertanggung-jawab untuk melawan penyakit dan biasanya 'membanjiri' aliran darah saat tubuh mendeteksi adanya bahaya.


Puasa memperbaiki metabolisme
Berpuasa juga berarti mengistirahatkan kerja usus dan sistem pencernaan secara umum. Cara ini dapat membantu mempercepat metabolisme dan memperbaiki gerakan usus. Saat tubuh Anda tidak mengonsumsi makanan, metabolisme belajar untuk membakar lemak dan mengubahnya menjadi energi secara lebih efisien. Dengan kata lain, mengingatkan tubuh untuk menjalani proses pencernaan yang semestinya. (2)


Mengatur hormon
Layaknya tombol restart pada sebuah mesin, berpuasa sanggup memulai ulang sistem kerja tubuh. Cara ini membantu menciptakan lingkungan yang sehat bagi tubuh untuk meregulasi hormon. Mereka yang makan setiap tiga sampai empat jam sekali tidak sempat mengalami lapar, sehingga tidak merasakan kemampuan tubuh untuk menyampaikan sinyal lapar. Ketika asupan makanan untuk tubuh dihentikan selama 12 sampai 24 jam, tubuh dapat lebih fokus pada kemampuannya untuk meregenerasi sel. Berpuasa diketahui dapat membantu tubuh menghilangkan racun dan mengatur organ yang bertugas menyaring racun seperti liver dan ginjal. (3)


Spiritualitas menurunkan kadar stres

Kegiatan beribadah yang dilakukan selama bulan puasa juga meningkatkan spiritualitas seseorang. Menurut Michael Torosian, ahli bedah kanker di Philadelphia, dan penulis buku Spirit to Heal, ada dua hal yang memicu hal ini. Pertama dikenal sebagai respon relaksasi. Saat tubuh relaks, denyut jantung, tekanan darah, dan tingkat pernapasan juga menurun. Hal ini membuat tubuh lebih tahan terhadap stres. Seperti kita tahu, stres dapat memicu fungsi tubuh yang tidak normal dan bahkan dapat berujung pada beberapa penyakit. (4)

Selain itu spiritualitas juga membantu fungsi kekebalan tubuh secara langsung. "Spiritualitas, kepercayaan, atau rutinitas ibadah memperbaiki fungsi imunitas yang dapat dilihat dari, misalnya naiknya kadar sel darah putih," ujarnya.

Ia pun menambahkan bahwa sering kali melihat pasien kanker yang berusaha menghadapi diagnosa kanker. Dan menurutnya, mereka yang memiliki kepercayaan yang lebih kuat tampak lebih mampu menghadapi hal ini dengan lebih baik. "Spiritualitas membantu pasien kanker memperbaiki tingkat kesehatan juga proses pemulihan," tambahnya.


Berat badan Anda turun

Berpuasa memaksa tubuh untuk menyimpan gula, lemak, dan ketone. Ketone diproduksi saat tubuh mengubah lemak menjadi energi atau bahan bakar dan memegang peranan penting dalam membantu proses penurunan berat badan. Berpuasa memungkinkan tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Itulah mengapa berpuasa lazim dijalani atlet untuk mengurangi prosentase lemak tubuhnya saat akan menghadapi kompetisi.

Dan penurunan berat badan ini dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh Anda. Pasalnya, kelebihan lemak di sekitar perut bisa memicu beberapa penyakit seperti penyakit jantung. Para peneliti di Australia menemukan bahwa untuk mereka yang mengalami kelebihan berat badan, kehilangan 5kg saja dapat memperbaiki keseimbangan sistem imun. (5)

Sistem imun tubuh terdiri dari berbagai jenis sel yang melindungi tubuh dari kuman, virus, dan pengganggu lain. Sel-sel ini perlu hidup berdampingan bersama bakteri dan kuman lain di dalam tubuh untuk menciptakan keseimbangan yang baik bagi kesehatan tubuh. Banyak faktor, termasuk diet dan kelebihan lemak tubuh, dapat merusak keseimbangan ini.

Para ilmuwan menemukan bahwa kelebihan lemak tubuh, terutama di bagian perut, memicu produksi sel imun yang disebut "pro-inflamasi", yang akan bersirkulasi dalam aliran darah dan menyebabkan peradangan dalam tubuh. Peradangan ini diketahui berkaitan erat dengan penyakit pembuluh darah dan masalah kesehatan lain. Ada juga sel imun penyebab peradangan lain yang disebut macrophages yang juga dapat menjadi aktif dalam jaringan lemak.


Setelah tahu bila puasa memiliki banyak manfaat bagi tubuh, terutama imunitas, Anda sudah kembali semangat menjalani ibadah ini, bukan?

 

Sumber:
(1) http://www.medicaldaily.com/fasting-diet-leads-healthier-aging-and-immune-system-improvements-316246
(2) http://www.collective-evolution.com/2016/08/27/scientists-explain-how-fasting-fights-cancer-triggers-stem-cell-regeneration-changes-your-brain-in-a-good-way/
(3) http://www.medicaldaily.com/fasting-diet-leads-healthier-aging-and-immune-system-improvements-316246
(4) http://www.totalhealthinstitute.com/spirituality-can-boost-your-health/
(5) http://www.livescience.com/9877-losing-weight-helps-immune-system.html